Ketika Hal Langkah Bernama 'Introspektf' Hadir Dibalut Dentuman Boombap

Oleh Doys da Noys (Blakumuh/HipHopHead)



Setelah dalam rentang waktu 2013-2014 kemarin kita para Hip Hop Heads mulai disuntikkan nyawa dan adrenalin lewat ‘Illmortality’ dari Eyefeelsix dan dua EP album yang cukup notable di 2014; yakni R*E*P (Rebel Education Project) dengan ‘Letter to’ dan Morgue vanguard x Still lewat ‘Fateh’, agaknya 2015 akan semakin membuat Hip Hop Heads makin bergairah.  Pasca DPMB; duo “Bengal” asal Jogja merilis LP ‘Re-Attitude’ di awal 2015 kemudian berturut-turut ada Optimuzt dengan ‘Optimuzt Rhyme’ -nya, dan Jagal Sangkakala dari Bandung lewat ‘Mantra Pandawa’, kini giliran unit Hip Hop asal kota udang, Cirebon;  Anonymous,  angkat bicara lewat debut album mereka, ‘Mayapada’.

Anonymous, kolektif rap yang di dirikan oleh Sentris, Ragakilla, dan Afa di tahun 2009 ini, mungkin sedikit luput dari jangkauan radar para Hip Hop Heads yang sudah mulai dilanda mabuk eneg, setelah dibombardir habis-habisan oleh trend semacam crunk, trap, dan musik-musik swag lainnya, sejak pertengahan dekade awal era 2000an. Pendek kata, para Hip hop Heads lokal seperti mulai menemukan taburan Antimo lewat aksi-aksi perilisan album lokal yang mulai berani membangkang dari tiran trend yang diinjeksikan oleh media elektronik mainstream. Yup! Paling tidak seniman rap lokal sudah melakukan setting-an parameter baru; berkarya sesuai keyakinan selera dan isi hati, tanpa harus takut kehilangan pendengar yang kelonjotan di perbudak trend. Saya sendiri mulai menemukan “formulasi suara” milik Anonymous ini tahun lalu, lewat akun soundcloud mereka. Di mana saya bisa menyimpulkan bahwa unit rap satu ini, ber-afiliasi dengan salah satu beat maker asal Pacitan; Sickness MP yang cukup dikenal di kalangan lokalis skena Hip Hop bawah tanah. Menarik. Mengingat Sickness MP cukup memiliki skill meracik beat yang dipengaruhi Hip Hop era 90an. Dengan kata lain, beat maker ini punya selera dan referensi cukup bagus dalam membangun kerangka beat-nya. So, without further a due, mari kita mulai pembedahan album Mayapada ini.

Kesan pertama saya dapatkan setelah mendengarkan album yang saya pesan lewat orderan online ini, ternyata adalah; Ceria, jauh dari kesan murung, tertangkap dari art work covernya. Lirik-lirik cerdas dan puitis yang di lontarkan Sentris dan Ragakillah jauh dari kesan berang dan marah. Meskipun tak bisa di pungkiri, bahwa tiap personil seringkali menyiratkan kekecewaan terhadap skenario kehidupannya masing-masing, namun mereka memilih bersikap introspektif; berkaca pada kelemahan diri mereka, untuk kemudian berdamai kepada Sang Khalik beserta semesta, sambil terus berjuang menjalankan cerita hidup,seperti tersirat dalam  track-track semacam ; Alpha, Mayapada, Never surrender, Tunatenaga, Dedikasikan, pun pada Sunrise.  Aura positif yang coba mereka pancarkan lewat bait demi bait lirik, seolah hendak mengajak pendengarnya untuk berkaca pada diri masing-masing apabila badai hidup mulai datang menerpa, cobalah mengambil kaca. Berhenti meratap dan berdo’a,  kemudian kembali bertarung dengan ikhlas dalam gelapnya badai tersebut. Seperti penggalan lirik di lagu Dedikasikan ini; “Beri sentuhan terbaik, pada setiap karya yang terlepas/kau dapat puas tuntas/usahamu kan membekas/dalam memori rekam jejak atau kado setelah mati”.Belum lagi Sunrise yang mencoba untuk berfilosofi melawan keterbatasan, tidak tersekat dalam jejak masa lalu dan mencoba menggugah pendengar untuk lebih menghargai kesempatan dalam hidup.

Intinya, secara tema album ini tampak cukup dipikirkan oleh para personil Anonymous. Meskipun sayangnya kurang dibarengi dengan kepastian dalam melakukan eksekusi. Mayoritas, beat-beat di album ini, notabene hasil sample ber-layer dengan sentuhan jazzy tunes serta derapan jeep beats tradisional ala Pete rock, Group Home, Jugganots, serta Siah & Yesua DapoED yang sebenarnya asik untuk dieksplor, terkesan hambar, dan di biarkan apa adanya. Seperti pada track pertama; Intro, berlalu begitu saja, tanpa ada presentasi dari substansi penunjang, semacam scratch, skit, ataupun sound-sound adlibs misalnya. Padahal elemen-elemen tersebut bersifat cukup krusial dalam produksi sebuah album Rap/Hip Hop, bukan hanya sekedar gimmick atau kosmetik saja. Elemen-elemen tersebut sudah menjadi semacam bagian nyawa bagi sebuah track yang (kalau mau dibilang benar-benar) Hip Hop diiringi beat boom bap era 90an. Bahkan pada track-track sekeren Mayapada, Berhujah, Never surrender, Sunrise dan Underdream, terkesan seperti pasrah, apa adanya. Tak perduli betapa hype dan uplifting-nya Sunrise dan Underdream. Sayang memang. Turntablism adalah hal yang boleh dibilang hampir tidak terdengar di album ini. Contoh track bagus semacam Mayapada. Akan lebih bernyawa jika dimasukkan tehnik turntablism baik itu chop maupun scratch pada tiap-tiap bar yang memang menjadi  jeda antara verse milik Sentris dan Ragakillah. Satu-satunya unsur  turntablism yang saya bisa tangkap di album ini; Secuil  beat box scratch ala Rahzel di lagu Dedikasikan. Meskipun demikian album perdana Anonymous ini tetap masuk kategori ‘Layak Dengar”. Mengingat begitu banyak pesan positif yang mereka ingin sampaikan. Belum lagi dentuman beat  yang dibalut sound kresek-kresek hasil distorsi vinyl. Menambah kesan era  90an telah kembali! Track yang patut mendapat perhatian di album ini adalah; Dedikasikan, Sunrise, dan Underdream. Dan peletakan Underdream sebagai track penutup, terbukti mampu memberikan kesan klimaks. Dengan balutan jeep beats berderap-derap ala Soul Assassin di pertengahan 90an dan hook catchy bergaya Shout cukup membuat kepala ini ber-head nod dan mengusir kedataran ditrack-track awal album ini saya putar.

Sebagai sebuah grup rap, Anonymous telah menemukan jati dirinya. Mereka hanya perlu menggali dan mematangkan karakter tiap-tiap personilnya. Dan dapat lebih mengeksplorasi lagi trik-trik pengusir kemonotonan dalam pembangunan sebuah konstruksi lagu. Eksekusi adalah segalanya. Sebuah konsep yang bagus niscaya terasa hambar tanpa pemikiran eksekusi jempolan. Akhir kata, sila mendengarkan dan menyimak album ini. Pesan positif dari Sentris, Ragakillah, dan Afa sungguh layak menjadi sebuah renungan; Ketimbang mencari scape goat, berintrospeksi lah jika cobaan dalam hidup datang, dan NEVER SURRENDER!

Salam,
Doyz da Noyz

Tracklist:
1. Intro, 2. Alpha, 3. Mayapada (Prod. By Sickness MP), 4. Never Surrender, 5. Berhujah, 6. Ada Yang Mati, 7. Tunatenaga, 8. Dedikasikan, 9. Sunrise, 10.  Underdream

Komentar

Postingan Populer