NILAH, Cirebon - Sejarah tak melulu disajikan lewat berlembar-lembar tulisan. Fakta sejarah, bisa terlukis lewat komik. Salah satunya, Sejarah Pangeran Cakra Buana di Kabupaten Cirebon.
Goresan tangan Andi Sugandi (24) mencatat sejarah baru di Kabupaten Cirebon. Pemuda asal Blok Satu, Desa Gegesik, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon itu, sukses mencipta sebuah karya komik. Bukan sembarang komik, tapi berisikan Sejarah Pangeran Cakra Buana.
Tidak tanggung-tanggung, karya komiknya mencapai tebal sekitar 70 halaman. Penampilannya bak majalah elegan. Tanpa bantuan siapa pun, Gandi –begitu dia biasa disapa, menghabiskan waktu satu tahun membuat karya tersebut.
Hingga kini, komik sejarah itu memang belum sempat di-publish. Namun, Gandi sudah mencetak beberapa eksemplar. Tujuannya jadi bahan evaluasi sebelum ada penerbit yang ingin membantunya.
Tak mudah mencipta karya sehebat itu. Gandi membaginya dalam beberapa tahap. Proses pertama adalah story line, alias menyusun alur cerita. Setelah cerita tersusun, Gandi membuat satu per satu gambar sesuai alur cerita atau yang dinamakan story board.
Tak cukup sampai di situ, hasil proses kedua dia jadikan dasar membuat sketsa komik yang cukup rumit dan teratur. Barulah setelah ketiga tahapan selesai, Gandi meletakkan story linepada hasil sketsa yang diistilahkan, lettering alias penempatan naskah dialog. Setelah diwarnai, karyanya siap dicetak.
Menurut Gandi, proses yang memakan waktu panjang adalah story line saat menjelajah cerita dari berbagai referensi yang valid. Demi proses itu, dia menghabiskan banyak bacaan khusus babad Cirebon. Dia memeriksa dan mengeceknya di beberapa perpustakaan Cirebon.
"Kalau inti cerita, saya adopsi dari satu kitab, yakni kitab Babad Cirebon karya (alm) Pangeran Sulendra Diningrat. Meski demikian, saya perlu membaca lebih dari lima buku babad Cirebon untuk menjadi penunjang referensi komik tersebut," jelasnya kepada INILAH, Minggu (12/5).
Di Malam Budaya Alun-alun Keraton Kasepuhan, Gandi tampil. Dia mengulas latar belakang pembuatan karya gemilang tersebut. Jenjang pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, Jurusan Pendidikan Seni Rupa membuatnya lahir sebagai seniman seni gambar dan lukis.
Bahkan, bakat menggambar telah tertanam di jiwanya sejak Gandi masih duduk di bangku Sekolah Dasar di Cirebon."Awalnya, saya belum menemukan ide pembuatan komik Pangeran Cakra Buana ini. Tapi, ketika memasuki masa pembuatan skripsi di perkuliahan saya, seketika terbesit keinginan keras untuk membuat komik sejarah Cirebon,” jelas Gandi.
Akhirnya, dengan judul skripsi "Komik sebagai Media Penyampaian Sejarah Pangeran Cakra Buana dari Babad Cirebon", ide dan keinginan itu semakin tinggi. “Saya putuskan untuk menyelesaikannya," kata pemuda yang tampak tampil sederhana dan apa adanya itu.
Gandi pun mengaku hanya berniat menciptakan rasa dan nuansa baru dalam proses penyampaian ilmu-ilmu sejarah Cirebon. Komik atau kartun bergaya visualisasi yang menawan, mampu menghadirkan ketertarikan tersendiri bagi para penikmat sejarah.
Dia lantas mengingat media baca yang masih saja kurang diminati banyak orang. Apalagi, lanjut dia, dalam bidang sejarah. Menurut Gandi, kesenian tersebut belum tersentuh oleh seniman-seniman sebelumnya.
Semangat memperjuangkan dan memperhatikan seni, tradisi, dan budaya-budaya Cirebon tidak terhenti sampai di situ. Dari Kandang Komik yang berdiri Februari 2012 lalu, Gandi berharap ada beberapa pemuda yang bergabung dan memiliki cita-cita sama, mengartunkan berbagai sejarah Tanah Wali, Tanah Cirebon.
"Meski sudah ada wadah, tetap saja saya masih sendiri, dan betul-betul sendirian dalam mencipta komik nuansa sejarah. Hasil 12 lusin ini akan saya bahas bersama para pemangku adat dan ahli sejarah Cirebon. Kalau sudah fix, semoga ada penerbit yang rela berkerjasama untuk mempromosikan hasil karya ini, demi manfaat seluruh kalangan," harap Gandi.
Kreativitas tinggi Gandi ternyata mendapat dukungan pihak keraton di Cirebon. Bahkan,Juru Bicara Keraton Kanoman Ratu Raja Arimbi Nurtina bersama suaminya, Chepy OI, mendukung semangat Gandi.
Dihubungi terpisah, Ratu Raja Arimbi Nurtina menyampaikan dua hal yang patut disyukuri terhadap proses kreativitas Gandi. Pertama, keinginan kerasnya membuat jembatan bagi seluruh kalangan untuk mengerti sejarah dengan gaya komik atau kartun.
Arimbi menegaskan, pekerjaan melukis, menggambar, untuk menjadikannya dalam bentuk komik, sangat memiliki manfaat besar terhadap perkembangan keilmuan dan pelestarian budaya sejarah.
"Kami akui, sebelumnya hampir dikatakan tidak ada yang mampu membuat karya seperti Gandi. Dengan usianya yang masih sangat muda, kami berharap Gandi membawa cita rasa tersendiri dalam upayanya mencintai dan melestarikan berbagai sejarah dan budaya yang dimiliki oleh Cirebon,” harap Arimbi. [den]
Dikutip dari:



Komentar
Posting Komentar